Anjal juga Punya Hak

Beberapa waktu lalu saya menonton berita di sebuah stasiun TV lokal Padang. Beritanya mengenai anak-anak jalanan yang ditangkap aparat karena meresahkan pengguna jalan raya. Lantas, ingatan saya terbang ketika dulu masih menjadi Uni Kota Padang tahun 2005 lalu. Waktu itu adik-adik jalanan (saya merasa dari segi usia mereka seusia dengan adik-adik sepupu saya) tersebut belum sebanyak sekarang, belum semengkhawatirkan sekarang dan belum seironis sekarang.

Menurut  saya, fenomena yang semakin merajalela ini memiliki penyebab yang multifaktorial. Sebagai orang tua, merupakan suatu kewajiban memberikan pendidikan bagi anak-anaknya sehingga nanti mereka punya bekal sebagai pribadi yang mandiri. Orang tua mempunyai kewajiban mempersiapkan anak-anaknya untuk bisa hidup dikemudian hari dan pendidikan adalah modal yang abadi. Idealnya anak-anak usia sekolah ya harus berada di sekolah. BUKAN DI JALANAN. Mereka kehilangan masa kanak-kanak karena harus membanting tulang menopang perekonomian keluarga atau mungkin dieksploitasi oleh orang tua mereka sendiri. Mereka kehilangan masa bermain karena harus berpacu untuk recehan. Sebagai orang tua, sekali lagi kita punya kewajiban memberikan hak hidup yang layak bagi anak-anak.

Di Minangkabau sendiri sudah melekat rasanya pribahasa “Kaluak paku kacang balimbiang, tampuruang lenggang-lenggokkan. Anak di pangku kamanakan dibimbiang, urang kampuang dipatenggangkan.” Mungkin pribahasa hanya tinggal kenangan, karena semakin hari semakin banyak anak kemenakan kita yang berjibaku di jalanan. Tak adil rasanya kalau harus menyalahkan keadaan, tapi memang itulah adanya. Mamak dan orang tua adik-adik jalanan itu sendiri tidak mempunyai pekerjaan tetap, karena tidak punya keahlian yang cukup atau tidak mendapatkan pendidikan yang memadai.

Sulitnya mendapatkan pekerjaan juga punya andil di tengah hidup yang makin morat-marit. Pemerintah tidak mampu menyediakan lapangan pekerjaan yang cukup bagi warga negaranya, sehingga anak-anakpun jadi korban. Seperti berita di TV yang saya tonton, di jalananpun mereka ditangkap aparat, bikin surat perjanjian dan dijemput Mamak atau orang tua. Besok balik lagi ke area lampu merah, tangkap lagi, jemput lagi. Rasanya kita terlalu mengecilkan tugas Mamak atau orang tua kalau hanya sebatas surat perjanjian. Yang jauh lebih penting apa solusinya?. Mau diapakan adik-adik ini ke depannya?. Main kejar-tangkap terus….??.

Sebagai orang Minang yang tau jo malu, lebih baik jadi orang miskin daripada jadi orang bodoh, karena itu tadi kebodohan dekat dengan kemiskinan. Oleh karena itu, berikan hak anak-anak untuk bersekolah. Menyediakan dan mencari lapangan pekerjaan tentu dapat memperbaiki ekonomi keluarga lantas anak-anak bisa bersekolah. Pendidikan, pendidikan dan pendidikan. Dengan dididik baik, kita semua berusaha dan berdoa mereka bisa mengubah nasib, tidak hanya menengadahkan tangan di bawah, tapi menjadi tangan yang di atas. Dengan momentum 100 tahun Kebangkitan Nasional, bangkitlah anak-anak bangsa! Bangun Bangsa ini!

Oleh :  Vanny- IUUKP Jelas Beda!!

Ikuti Pemilihan UdaUni Kota Padang 2008

Assalamualaikum Uda&Uni semua…!
Ini saatnya kamu yg muda untuk mengukir prestasi!
Kembali sebuah ajang spektakuler digelar sebagai wujud apresiasi & penghargaan bagi generasi muda Kota Padang yg peduli terhadap budaya, adat istiadat & pariwisata Kota Padang..

Dinas Pariwisata & Kebudayaan Kota Padang bersama Ikatan Uda&Uni Kota Padang (IUUKP) menyelenggarakan :

PEMILIHAN UDA-UNI KOTA PADANG 2008
Pendaftaran : 9 Juni - 7 Juli 2008
Tempat      : Dinas Pariwisata & Kebuda
              yaan Kota Pdg di Jl. Samu
              dra No.1 Pdg (jam kerja)
Syarat Peserta :
1. Terbuka utk umum.
2. Mengisi formulir yg tlh disediakan
3. Usia 17 s/d 25 thn, belum menikah
4. Pendidikan min. SLTA/sederajat
5. Surat Ijin Orang Tua
6. Potokopi identitas diri
7. Potokopi ijazah terakhir
8. Foto close-up terbaru 2 lembar
9. Menguasai bahasa asing aktif/pasif
10.Tinggi Badan Pria   = Min. 165 cm
                 Wanita = Min. 160 cm
11.Membayar uang pendaftaran Rp.75.000

Keterangan lebih lanjut bs menghub CP :
Edmi          : 0751 8226896
Agustina, SH  : 0812 662 6043
Didit         : 0815 35 26 6000

So,tunggu apalagi??
Saatnya buat kamu semua unjuk kemampuan dan jadi yg terbaik!

Ga cuma itu, buat adik2 yg berbakat di bidang modelling, bakal ada juga lomba buat adik2 smua,apa dan kapan??
Tunggu aja tanggal mainnya!
Pendaftarannya belum dibuka!
Hehehe… (^_^)

Come and join us!

Welcoming you to Ikatan Uda&Uni Kota Padang…

SUMATERA INTERNASIONAL TRAVEL FAIR(SITF)2OO8 MOMENTUM PENTING PARIWISATA SUMBAR

 SUMATERA INTERNASIONAL TRAVEL FAIR –SITF- 2008 TIDAK DAPAT DIPUNGKIRI MEMBERI DAMPAK POSITIF BAGI PERKEMBANGAN DUNIA PARIWISATA .

TAHUN 2008 SITF YANG DIPUSATKAN DI PADANG SUMATERA BARAT ,AKAN DIMULAI PADA SABTU(31 MEI 2008), DIRESMIKAN MENTERI BUDAYA DAN SENI  RI ,JERO WACIK.

PADA AUDISI KETUA PANITIA  STIF 2008 ,JAMES HELLIWARD KEPADA  GUBERNUR SUMATERA BARAT PAGI TADI (29 MEI 200 8)   DIPASTIKAN KESIAPAN EVENT INI TELAH MENCAPAI 90 PERSEN.

DELEGASI DALAM DAN LUAR NEGERI TELAH MULAI TIBA DI KOTA PADANG DAN  LEBIH   DARI 40 BUYERS(AGEN TRAVEL )DALAM DAN LUAR NEGERI MEMASTIKAN HADIR, DIANTARANYA DARI PERANCIS,SLOVAKIA,BELGIUM,HONGARIA,BELANDA,,MALAYSIA DAN SINGAPORE.

SELAIN I ITU PARA TAMU DELEGASI JUGA MULAI BERDATANGAN ,TERCATAT DIANTARANYA KONSUL JENDERAL PULAU PINENG-MALAYSIA-.PRESIDEN DIREKTUR  HIMPUNAN GUIDE INTERNASIONAL DARI INGGRIS .

SEMENTARA ITU SEJUMLAH BUPATI DARI BEBERAPA DAERAH DI INDONESIA JUGA MULAI TIBA,DIANTARANYA BUPATI PAPUA,NANGRO ACEH DARUSSALAM DAN LAMPUNG.

SEJUMLAH AGENDA JUGA TELAH DISIAPKAN, TRAVEL FAIR YANG TERBUKA BAGI UMUM SELAMA DUA HARI,SABTU-MINGGU(31 MEI-1 JUNI 2008).

GUBERNUR SUMATERA BARAT,GAMAWAN FAUZI MENYATAKAN SITF JELAS MEMBERI DAMPAK POSITIF DALAM PERKEMBANGAN DUNIA PARIWISATA.

MOMENTUM INI SETIDAKNYA DAPAT MENJUAL DAN MEMPROMOSIKAN  SUMATERA PADA UMUM,DAN SUMATERA BARAT PADA KHUSUSNYA,SEHINGGA ORANG TIDAK HANYA MENGENAL SUMATERA BARAT LEWAT OBJEK WISATA SEMATA,TETAPI YANG LEBIH PENTING TURUT MEMPROMOSIKAN SUMATERA BARAT SECARA KESELURUHAN.

AUDISI YANG JUGA DIIKUTI WARTAWAN LOKAL DAN NASIONAL INI ,DI HARAPKAN GAMAWAN MEMBERI MANFAAT  BESAR BAGI SUMATERA BARAT .

KHUSUS KEPADA PANITIA PELAKSANA  HENDAKNYA DAPAT  BEKERJA MAKSIMAL UNTUK MENGHASILKAN MANFAAT BESAR BAGI PARIWISATA SUMBAR.

BAHKAN GUBERNUR BERHARAP AGAR TAHUN DEPAN EVENT SEPERTI INI DAPAT KEMBALI DISELENGGARAKAN DI SUMATERA BARAT. ( by robbi )

Menjelajah Dunia lewat Brosur Wisata

Ada kesibukan yang tidak biasa Jumat (30/5) pagi di lobby Hotel Bumiminang. Berbeda dengan kondisi di luar yang mendung, suasana di dalam hotel justru terlihat sibuk. Wajah lobby disulap menyerupai gerbang ajang pameran. Di salah satu sudut ruangan ada pelaminan adat Minangkabau serta alat musik talempong memainkan lagu Minang lama meningkahi kesibukan di sana.  Hari itu, sebuah iven bertaraf internasional bertajuk Sumatera International Travel Fair (SITF) dimulai.

Jamaknya sebuah pameran, ada banyak stand yang disusun di ballroom hotel. Setiap stand menampilkan keunikan masing-masing. Dan kerena SITF adalah kegiatan pariwisata, maka tiap stand menonjolkan keunggulan dan potensi pariwisata suatu negara atau area yang jadi destinasi biro perjalanan dan hotel. Maka, mengelilingi arena SITF di ballroom hotel selama kegiatan yang berlangsung hingga 2 Juni itu menjadi sebuah “adventure” atau perjalanan singkat ke berbagai daerah tujuan wisata.

Sumatera Barat sebagai tuan rumah memberi sentuhan lebih pada tiap standnya. Pernak-pernik bernuansa tradisional Minangkabau mendominasi wajah beberapa stand. Namun, sebuah pameran tentu tidak lengkap tanpa brosur yang menjelaskan eksistensi lembaga dari stand itu sendiri. Alhasil, perjalanan makin lengkap dengan kekayaan informasi dan virtualitas tertulis.

Lihatlah brosur Sumatera Barat yang berbahasa Arab. Tentu tidak mungkin bagi wisatawan lokal yang tidak paham berbahasa Arab mengerti arti dari tulisan itu. Namun dengan berbagai foto yang indah beberapa daerah wisata yang cukup popular, bisa dimaklumi kalau brosur itu menjelaskan fasilitas dan keunggulan wisata lokal. Dan bisa dipastikan kalau brosur itu diperuntukkan bagi wisatawan Timur Tengah.

Lain Sumatera Barat lain pula Negara seremban. Selain desain dan dekorasi stand yang tidak kalah “wow”, mereka juga melengkapi pengetahuan pengunjung pameran dengan brosur-brosur cantik. Beberapa wilayah yang cukup popular sebagai destinasi wisata di negara seremban tersebut sudah pasti ada. Beberapa iven dan kegiatan tradisonal masyarakat Melayu dan yang tidak bisa dilihat langsung oleh masyarakat bisa dibaca dan dilihat dalam brosur-brosur tersebut.

Demikian pula halnya dengan Thailand. Negara yang menjadi salah satu pusat wisata dunia untuk kawasan Asia ini pun tak mau kalah memperkenalkan negaranya dalam brosur. Dengan kertas lux dan ditulis dalam versi bahasa Indonesia, masyarakat seolah dibawa menjelajahi Thailand yang luas itu.  Tidak hanya menggambarkan daerah yang ada di sana, brosur yang diberi judul Panduan wisata ke Thailand itu juga memberi tips dan peta lokasi daerah wisata.

Meski berbeda format dan caranya, tiap brosur itu memberkan nuansa yang bisa membawa pembacanya ikut melanglang ke daerah wisata. Meskipun belum sempat berwisata ke daerah yang dicinta, setidaknya pengunjung pameran dan pembacanya bisa ikut terlena dengan pesona di atas kertas itu.(hendra)

BUKITTINGGI, DESTINASI POSITIF SUMATERA BARAT.

Kota Bukittinggi sebagai  tujuan  wisata utama di Sumatera Barat, menurut  Menteri Kebudayaan dan Pariwisata, Jero Wacik masih lebih baik dibandingkan beberapa tujuan  wisata utama lainnya di Indonesia.

“Kalau Bali, Destinasi Wisata paling positif, sementara Bukittinggi positif, Borobudur kurang positif satu dan Prambanan, kurang positif dua.” Kata Jero Wacik, kepada wartawan yang hadir dalam jumpa pers  usai membuka Sumatera Internasional Travel Fair, SITF di Hotel Bumi Minang Padang (31 Mei 2008 ).

Bali mendapat penghargaan sebagai  Destinasi Paling positif, karena  Wisatawan yang datang berkunjung ke Pulau Deawata tersebut  umumnya memberikan tanggapan positif terutama menyangkut pelayanan yang didapat.

“Setiap orang , siapapun dia kalau ditawarkan untuk berkunjung ke Bali pasti bersemangat. Anak Saya , kalau mendengar saya akan ke Bali , langsung ingin ikut. Tidak pernah bosan. Kalau di ajak ke kunjungan ke daerah lain, termasuk Sumatera , masih belum mau, “ ujar Jero.

Sudah Seharusnya daerah lain , terutama  daerah-daerah yang sudah ditetapkan sebagai destinasi unggulan untuk menirunya. Jangan Menjadi Destinasi Nol, turis datang, ketika pulang tidak membawa kenangan apa-apa sehingga tidak tertarik untuk kembali lagi.

Atau menjadi destinasi negative. Turis tidak mau lagi kembali ke destinasi yang dikunjunginya karena kecewa, sudah pelayanan buruk,  ditipu pula oleh pelaku wisata dan masyarakatnya.

“ Mentang-mentang turis, harga kelapa muda jadi naik, atau ketika belanja souvenir, harga sudah disepakati 5 dollar, barang yang dibeli diganti ketika di bungkus. Ini jangan terjadi lagi, tegas Jero Wacik.

 Pada kesempatan ini Jero Wacik meminta kalangan pers untuk membantu menwujudkan semua destinasi wisata menjadi  destinasi positif. ( Anita )

BERWISATA HERITAGE DI KOTA BEKAS TAMBANG, SAWAHLUNTO.

Sawahlunto memang layak diperhitungkan sebagai salah satu daerah tujuan  wisata utama di Sumatera Barat. Ketika  kabupaten dan kota lainnya di Ranah Minang terlena dengan hanya mengandalkan potensi alamnya  sebagai daya tarik wisata, Sawahlunto justru lebih menfokuskan pada heritagenya.

Dalam jamuan makan malam  dengan peserta Sumatera  Internasional Travel Fair, SITF 2008, ( Sabtu, 31 Mei 2008 ) Walikota Sawahlunto, Amran Nur  menyatakan banyak  sekali bangunan-bangunan bersejarah terutama yang berkaitan dengan warisan pertambangan batu bara, yang layak untuk dikunjungi

Beberapa diantaranya, : Rumah  Walikota, The Mayor House , dibangun tahun 1920 sebagai  Rumah Asisten Residen  dan sekarang dijadikan  sebagai Rumah Dinas Walikota Sawahlunto .

Mesjid Agung Nurul  Islam, Agung  Nurul Islam Mosque,  Bangunan  ini dahulunya  merupakan  Sentral Listrik ( PLTU )  yang dibangun pada  tahun 1894. Namun pada  tahun 1924 bangunan ini tidak lagi menjadi PLTU  karena PLTU tersebut  di pindahkan ke Salak. Dibawah bangunan ini terdapat  bungker yang dipergunakan  oleh para  pejuang kemerdekaan  sebagai gudang senjata seperti  granat dan senjata lainnya. Pada tahun 1930-an barulah bangunan  ini dijadikan sebagai sebuah  mesjid dengan nama Mesjid  Agung Nurul  Islam.

Mes Bujangan ( W-I ), dibangun tahun 1915 sebagai Mess untuk  pegawai  tambang  batubara asal  Belanda yang masih bujangan.

Bank BRI, Bangunan ini dulunya merupakan Gedung Komedi  yang didirikan  pada tahun 1917 dan juga pernah digunakan  sebagai kantor Pajak dan Pengadaian . Museum dan sekarang menjadi  Bank BRI Kota sawahlunto.

Museum Kereta Api, Bangunan ini dulunya sampai sekarang bernama  Rumah Pek Sin Kek yang dibangun tahun  1906 dan pernah digunakan  sebagai Gedung Teater, Tempat Perhimpunan  Masyarakat Melayu dan sebagai  Pabrik Es. Sekarang rumah ini berfungsi sebagai  Souvenir Shop.

Gedung Pusat Kebudayaan, Gedung ini  dibangun  Tahun 1910 dengan nama Gluck Auf, sebagai Gedung Pertemuan atau tempat Pejabat Kolonial Berkumpul,  Minum, Berdansa  dan Bernyanyi. Bangunan ini juga pernah  menjadi rumah Bola yang dipergunakan  sebagai tempat bermain bola bowling, dan gedung Societies tempat Pejabat Kolonial mengadakan pertemuan. Setelah  kemerdekaan  menjadi  Gedung Pertemuan Buruh, dan  pernah juga menjadi  Bank Dagang  Negara (BDN ). Pada tanggal 1 Desember  2006 Gedung ini diresmikan  sebagai  Gedung  Pusat  Kebudayaan.

Wisma Ombilin, Bangunan ini dibangun  tahun 1918 dengan  nama Hotel Ombilin, pernah mengalami  perubahan  fungsi  antara lain :

-          Tahun 1945-1949 sebagai asrama tentara  Belanda.

-          Tahun  1970-an sebagai  Kantor  Polisi Militer  Kotamadya Sawahlunto.

-          Sekarang sebagai  Wisma Ombilin, tempat menginap  tamu-tamu yang datang ke Sawahlunto.

Sekolah Santa Lucia, dibangun tahun 1920-an, sebagai Sekolah  Dasar  Santa Lucia. Bangunan  ini juga  pernah dipergunakan sebagai  Asrama  Tentara,  Sekolah Islam dan kantor Agama.

 

Koperasi PT. BA-UPO, Bangunan  ini dibangun  tahun 1920 dengan nama “ Koperasi Ons  Belang “ sebagai koperasi  tempat memenuhi kebutuhan  orang-orang Eropa dan Indo-Eropa. Gedung  ini juga pernah berfungsi  sebagai  Asrama  dan Kantor BEKA ( Badan Ekonomi Kota Arang ).

Kantor PT. BA-UPO,  Dibangun  Tahun 1916 dengan nama “ Ombilin  Meinen “ berfungsi  sebagai Kantor Pertambangan  PT. BA-UPO.

Museum Goedang Ransoem, Bangunan Museum  Goedang  Ransoem ini didirikan  pada tahun 1918 dan berfungsi  sebagai  dapaur umum tempat  memasak  makanan dan memenuhi  kebutuhan  makanan bagi pekerja  tambang dan RSU Sawahlunto yang berjumlah ribuan. Namun setelah kemerdekaan  bangunan ini  mengalami beberapa  peralihan fungsi antara lain : ( 1945-1950 ), sebagai  tempat memasak makanan  bagi tentara ( TKRI ), ( 1950-1960) Sebagai  tempat penyelenggaraan  administrasi bagi kepentingan  Perusahaan tambang Batu Bara, ( 1960-1970) sebagai tempat pendidikan formal  setingkat  Sekolah Menengah Pertama  ( SMP  Ombilin ) , ( 1970-1980 ) berfungsi sebagai tempat hunian karyawan Tambang Batubara Ombilin , ( 1980-1984 )  Berfungsi sebagai  tempat hunian karyawan Tambang batu bara  Ombilin dan juga masyarakat  Kota Sawahlunto dan juga masyarakat  Kota Sawahlunto, ( 2004-2005), Bangunan ini direvitalisasi dan pada  tanggal 17 Desember 2005 diresmikan  sebagai Museum Goedang Ransoem.

Rumah Potong, dibangun pada  tahun 1918 sebagai  tempat memotong hewan untuk memenuhi  kebutuhan daging di Dapur Umum.

Kawasan Saringan, Didirikan pada tahun 1900-an. Di Kawasan inilah  batubara diproses sebelum dibawa ke Teluk Bayur dengan menggunakan  gerbong kereta api.

Kantor Polisi, Bangunan ini dibangun oleh Pemerintah Belanda pada tahun 1920 sebagai kantor Polisi dan rumah tahanan untuk menampung para pekerja tambang  batubara yang divonis dengan hukuman kurung, dan sekarang berfungsi  sebagai  Kantor Kapolsek Kota Sawahlunto.

Lobang Tambang Mbah Soero, mulai digali tahun 1898. Dikerjakan oleh Orang Rantai  dengan Mandor Mbah Soero. Merupakan  lubang tambang batubara pertama di patahan Soegar. Ditutup  sebelum tahun 1930 karena tingginya  rembesan air. Lubang ini dibuka kembali  tahun 2007 dan dijadkan  sebagai objek wisata  dengan nama “ Lobang  Tambang Mbah Soero.”   

( Anita )