
Pekan lalu, Ikatan Uda Uni Kota Padang (IUUKP) berganti kepengurusan. Tak ubahnya dengan pemilihan kepala daerah yang lagi banjir calon pemimpin muda, IUUKP pun kini dipimpin oleh generasi muda. Muda, bersemangat serta berkepribadian kuat, itulah sosok ketua baru IUUKP.
Akhmad Dody Setiawan, atau yang akrab disapa Dodi kini resmi menjadi Ketua IUUKP yang baru. Dalam soal pariwisata, mahasiswa Akuntansi Unand angkatan 2004 itu kini kian getol berkreativitas demi menjadikan IUUKP sebuah organisasi yang tidak saja berperan penting terhadap peningkatan kepariwisataan Sumbar, tapi juga sebuah organisasi yang nantinya mampu bernilai guna bagi masyarakat luas. “Jargon “Jelas Beda!!” selama ini akan terus kita pertahankan sekaligus mengukuhkan eksistensi di tengah masyarakat,” kata Uda Runner Up II, 2006 itu.
Ya, itulah semangat yang ingin terus ditingkatkan putra pasangan Apriwal Gusti, dosen Fakultas Hukum Unand dan Machdaerni, Bidan RSUP M.Djamil Padang itu.
“Sumbar memiliki aset wisata yang sangat potensial, hanya saja sejauh ini masih terkendala promosi dan minimnya pemeliharaan serta rendahnya kepedulian dari masyarakat sendiri,” ujarnya. Dodi yang pernah menduduki posisi Eksternal Relationship Manager of AIESEC Local Committee Andalas University itu juga menginginkan IUUKP sebagai organisasi pendukung seluruh program pariwisata, dari pemerintah maupun swasta.
Mantan aktivis OSIS tersebut kini tidak saja berkutat dengan perkuliahan, ia telah menjajal banyak organisasi. Saat ini pun ia aktif sebagai Region Coordinator Ariwiguna Assosiates untuk wilayah Sumbar, Riau, dan Kepulauan Riau. Sempat ngeband dan menjadi penyiar radio mematangkan pengalaman hidup seorang Akhmad Dody Setiawan.
Usai kuliah nanti, cowok kelahiran 30 Oktober 22 tahun silam itu, ingin menjadi businessman, ya mengingat konsentrasi pendidikan yang ia tempuh. Namun sebagai sosok yang juga berkecimpung di dunia kepariwisataan, Dodi ingin menciptakan suatu usaha yang selain mendatangkan keuntungan secara pribadi namun juga berfaedah bagi daerah dan tentunya mengandung nilai sosial. Karena menurutnya suatu hal kecil bisa menjadi spekatakulaer jika dimanage dengan baik dan tentunya dijalankan oleh orang yang kompeten. Dengan kemampuan bisnis yang kuat serta dukungan dari berbagai elemen tentunya pariwisata Sumbar bisa berjaya, dan menurutnya bukan tidak mungkin kelak bisa menyaingi Pulau Bali.
Makanya untuk urusan wisata, meskipun IUUKP belum terlalu besar, ia berharap seluruh anggota IUUKP tetap loyal sebagai duta pariwisata dan menjadikan aset wisata bukan lagi sekedar wacana. Namun ia lebih berharap kepada seluruh masyarakat yang berkontribusi sangat besar meningkatkan pariwista Sumbar yang telah lama terpuruk.
Begitulah sosok Dodi yang jago bahasa Inggris, pintar ngeband, berdedikasi tinggi. Sekilas ia seperti mahasiswa kebanyakan, namun siapa sangka banyak hal yang ingin ia retas. Bisnis dan pariwisata kini jadi target pencapaiannya.
Narasi: Sagita Widuri (Singgalang Minggu 24/8/08)

