IUUKP, Jelas Beda!!

Just another window of Uda Uni

SUMATERA INTERNASIONAL TRAVEL FAIR(SITF)2OO8 MOMENTUM PENTING PARIWISATA SUMBAR Mei 31, 2008

Diarsipkan di bawah: Aktivitas — iuukp @ 1:53 pm

SUMATERA INTERNASIONAL TRAVEL FAIR –SITF- 2008 TIDAK DAPAT DIPUNGKIRI MEMBERI DAMPAK POSITIF BAGI PERKEMBANGAN DUNIA PARIWISATA .

TAHUN 2008 SITF YANG DIPUSATKAN DI PADANG SUMATERA BARAT ,AKAN DIMULAI PADA SABTU(31 MEI 2008), DIRESMIKAN MENTERI BUDAYA DAN SENI RI ,JERO WACIK.

PADA AUDISI KETUA PANITIA STIF 2008 ,JAMES HELLIWARD KEPADA GUBERNUR SUMATERA BARAT PAGI TADI (29 MEI 2008) DIPASTIKAN KESIAPAN EVENT INI TELAH MENCAPAI 90 PERSEN.

DELEGASI DALAM DAN LUAR NEGERI TELAH MULAI TIBA DI KOTA PADANG DAN LEBIH DARI 40 BUYERS(AGEN TRAVEL )DALAM DAN LUAR NEGERI MEMASTIKAN HADIR, DIANTARANYA DARI PERANCIS,SLOVAKIA,BELGIUM,HONGARIA,BELANDA,,MALAYSIA DAN SINGAPORE.

SELAIN I ITU PARA TAMU DELEGASI JUGA MULAI BERDATANGAN ,TERCATAT DIANTARANYA KONSUL JENDERAL PULAU PINENG-MALAYSIA-.PRESIDEN DIREKTUR HIMPUNAN GUIDE INTERNASIONAL DARI INGGRIS .

SEMENTARA ITU SEJUMLAH BUPATI DARI BEBERAPA DAERAH DI INDONESIA JUGA MULAI TIBA,DIANTARANYA BUPATI PAPUA,NANGRO ACEH DARUSSALAM DAN LAMPUNG.

SEJUMLAH AGENDA JUGA TELAH DISIAPKAN, TRAVEL FAIR YANG TERBUKA BAGI UMUM SELAMA DUA HARI,SABTU-MINGGU(31 MEI-1 JUNI 2008).

GUBERNUR SUMATERA BARAT,GAMAWAN FAUZI MENYATAKAN SITF JELAS MEMBERI DAMPAK POSITIF DALAM PERKEMBANGAN DUNIA PARIWISATA.

MOMENTUM INI SETIDAKNYA DAPAT MENJUAL DAN MEMPROMOSIKAN SUMATERA PADA UMUM,DAN SUMATERA BARAT PADA KHUSUSNYA,SEHINGGA ORANG TIDAK HANYA MENGENAL SUMATERA BARAT LEWAT OBJEK WISATA SEMATA,TETAPI YANG LEBIH PENTING TURUT MEMPROMOSIKAN SUMATERA BARAT SECARA KESELURUHAN.

AUDISI YANG JUGA DIIKUTI WARTAWAN LOKAL DAN NASIONAL INI ,DI HARAPKAN GAMAWAN MEMBERI MANFAAT BESAR BAGI SUMATERA BARAT .

KHUSUS KEPADA PANITIA PELAKSANA HENDAKNYA DAPAT BEKERJA MAKSIMAL UNTUK MENGHASILKAN MANFAAT BESAR BAGI PARIWISATA SUMBAR.

BAHKAN GUBERNUR BERHARAP AGAR TAHUN DEPAN EVENT SEPERTI INI DAPAT KEMBALI DISELENGGARAKAN DI SUMATERA BARAT. ( by robbi )

 

Menjelajah Dunia lewat Brosur Wisata Mei 31, 2008

Diarsipkan di bawah: Tulisan Lepas — iuukp @ 1:51 pm

Ada kesibukan yang tidak biasa Jumat (30/5) pagi di lobby Hotel Bumiminang. Berbeda dengan kondisi di luar yang mendung, suasana di dalam hotel justru terlihat sibuk. Wajah lobby disulap menyerupai gerbang ajang pameran. Di salah satu sudut ruangan ada pelaminan adat Minangkabau serta alat musik talempong memainkan lagu Minang lama meningkahi kesibukan di sana.  Hari itu, sebuah iven bertaraf internasional bertajuk Sumatera International Travel Fair (SITF) dimulai.

Jamaknya sebuah pameran, ada banyak stand yang disusun di ballroom hotel. Setiap stand menampilkan keunikan masing-masing. Dan kerena SITF adalah kegiatan pariwisata, maka tiap stand menonjolkan keunggulan dan potensi pariwisata suatu negara atau area yang jadi destinasi biro perjalanan dan hotel. Maka, mengelilingi arena SITF di ballroom hotel selama kegiatan yang berlangsung hingga 2 Juni itu menjadi sebuah “adventure” atau perjalanan singkat ke berbagai daerah tujuan wisata.

Sumatera Barat sebagai tuan rumah memberi sentuhan lebih pada tiap standnya. Pernak-pernik bernuansa tradisional Minangkabau mendominasi wajah beberapa stand. Namun, sebuah pameran tentu tidak lengkap tanpa brosur yang menjelaskan eksistensi lembaga dari stand itu sendiri. Alhasil, perjalanan makin lengkap dengan kekayaan informasi dan virtualitas tertulis.

Lihatlah brosur Sumatera Barat yang berbahasa Arab. Tentu tidak mungkin bagi wisatawan lokal yang tidak paham berbahasa Arab mengerti arti dari tulisan itu. Namun dengan berbagai foto yang indah beberapa daerah wisata yang cukup popular, bisa dimaklumi kalau brosur itu menjelaskan fasilitas dan keunggulan wisata lokal. Dan bisa dipastikan kalau brosur itu diperuntukkan bagi wisatawan Timur Tengah.

Lain Sumatera Barat lain pula Negara seremban. Selain desain dan dekorasi stand yang tidak kalah “wow”, mereka juga melengkapi pengetahuan pengunjung pameran dengan brosur-brosur cantik. Beberapa wilayah yang cukup popular sebagai destinasi wisata di negara seremban tersebut sudah pasti ada. Beberapa iven dan kegiatan tradisonal masyarakat Melayu dan yang tidak bisa dilihat langsung oleh masyarakat bisa dibaca dan dilihat dalam brosur-brosur tersebut.

Demikian pula halnya dengan Thailand. Negara yang menjadi salah satu pusat wisata dunia untuk kawasan Asia ini pun tak mau kalah memperkenalkan negaranya dalam brosur. Dengan kertas lux dan ditulis dalam versi bahasa Indonesia, masyarakat seolah dibawa menjelajahi Thailand yang luas itu.  Tidak hanya menggambarkan daerah yang ada di sana, brosur yang diberi judul Panduan wisata ke Thailand itu juga memberi tips dan peta lokasi daerah wisata.

Meski berbeda format dan caranya, tiap brosur itu memberkan nuansa yang bisa membawa pembacanya ikut melanglang ke daerah wisata. Meskipun belum sempat berwisata ke daerah yang dicinta, setidaknya pengunjung pameran dan pembacanya bisa ikut terlena dengan pesona di atas kertas itu.(hendra)

 

BUKITTINGGI, DESTINASI POSITIF SUMATERA BARAT. Mei 31, 2008

Diarsipkan di bawah: Tulisan Lepas — iuukp @ 1:49 pm

Kota Bukittinggi sebagai  tujuan  wisata utama di Sumatera Barat, menurut  Menteri Kebudayaan dan Pariwisata, Jero Wacik masih lebih baik dibandingkan beberapa tujuan  wisata utama lainnya di Indonesia.

“Kalau Bali, Destinasi Wisata paling positif, sementara Bukittinggi positif, Borobudur kurang positif satu dan Prambanan, kurang positif dua.” Kata Jero Wacik, kepada wartawan yang hadir dalam jumpa pers  usai membuka Sumatera Internasional Travel Fair, SITF di Hotel Bumi Minang Padang (31 Mei 2008 ).

Bali mendapat penghargaan sebagai  Destinasi Paling positif, karena  Wisatawan yang datang berkunjung ke Pulau Deawata tersebut  umumnya memberikan tanggapan positif terutama menyangkut pelayanan yang didapat.

“Setiap orang , siapapun dia kalau ditawarkan untuk berkunjung ke Bali pasti bersemangat. Anak Saya , kalau mendengar saya akan ke Bali , langsung ingin ikut. Tidak pernah bosan. Kalau di ajak ke kunjungan ke daerah lain, termasuk Sumatera , masih belum mau, “ ujar Jero.

Sudah Seharusnya daerah lain , terutama  daerah-daerah yang sudah ditetapkan sebagai destinasi unggulan untuk menirunya. Jangan Menjadi Destinasi Nol, turis datang, ketika pulang tidak membawa kenangan apa-apa sehingga tidak tertarik untuk kembali lagi.

Atau menjadi destinasi negative. Turis tidak mau lagi kembali ke destinasi yang dikunjunginya karena kecewa, sudah pelayanan buruk,  ditipu pula oleh pelaku wisata dan masyarakatnya.

“ Mentang-mentang turis, harga kelapa muda jadi naik, atau ketika belanja souvenir, harga sudah disepakati 5 dollar, barang yang dibeli diganti ketika di bungkus. Ini jangan terjadi lagi, tegas Jero Wacik.

 Pada kesempatan ini Jero Wacik meminta kalangan pers untuk membantu menwujudkan semua destinasi wisata menjadi  destinasi positif. ( Anita )

 

BERWISATA HERITAGE DI KOTA BEKAS TAMBANG, SAWAHLUNTO. Mei 31, 2008

Diarsipkan di bawah: Tulisan Lepas — iuukp @ 1:48 pm

Sawahlunto memang layak diperhitungkan sebagai salah satu daerah tujuan  wisata utama di Sumatera Barat. Ketika  kabupaten dan kota lainnya di Ranah Minang terlena dengan hanya mengandalkan potensi alamnya  sebagai daya tarik wisata, Sawahlunto justru lebih menfokuskan pada heritagenya.

Dalam jamuan makan malam  dengan peserta Sumatera  Internasional Travel Fair, SITF 2008, ( Sabtu, 31 Mei 2008 ) Walikota Sawahlunto, Amran Nur  menyatakan banyak  sekali bangunan-bangunan bersejarah terutama yang berkaitan dengan warisan pertambangan batu bara, yang layak untuk dikunjungi

Beberapa diantaranya, : Rumah  Walikota, The Mayor House , dibangun tahun 1920 sebagai  Rumah Asisten Residen  dan sekarang dijadikan  sebagai Rumah Dinas Walikota Sawahlunto .

Mesjid Agung Nurul  Islam, Agung  Nurul Islam Mosque,  Bangunan  ini dahulunya  merupakan  Sentral Listrik ( PLTU )  yang dibangun pada  tahun 1894. Namun pada  tahun 1924 bangunan ini tidak lagi menjadi PLTU  karena PLTU tersebut  di pindahkan ke Salak. Dibawah bangunan ini terdapat  bungker yang dipergunakan  oleh para  pejuang kemerdekaan  sebagai gudang senjata seperti  granat dan senjata lainnya. Pada tahun 1930-an barulah bangunan  ini dijadikan sebagai sebuah  mesjid dengan nama Mesjid  Agung Nurul  Islam.

Mes Bujangan ( W-I ), dibangun tahun 1915 sebagai Mess untuk  pegawai  tambang  batubara asal  Belanda yang masih bujangan.

Bank BRI, Bangunan ini dulunya merupakan Gedung Komedi  yang didirikan  pada tahun 1917 dan juga pernah digunakan  sebagai kantor Pajak dan Pengadaian . Museum dan sekarang menjadi  Bank BRI Kota sawahlunto.

Museum Kereta Api, Bangunan ini dulunya sampai sekarang bernama  Rumah Pek Sin Kek yang dibangun tahun  1906 dan pernah digunakan  sebagai Gedung Teater, Tempat Perhimpunan  Masyarakat Melayu dan sebagai  Pabrik Es. Sekarang rumah ini berfungsi sebagai  Souvenir Shop.

Gedung Pusat Kebudayaan, Gedung ini  dibangun  Tahun 1910 dengan nama Gluck Auf, sebagai Gedung Pertemuan atau tempat Pejabat Kolonial Berkumpul,  Minum, Berdansa  dan Bernyanyi. Bangunan ini juga pernah  menjadi rumah Bola yang dipergunakan  sebagai tempat bermain bola bowling, dan gedung Societies tempat Pejabat Kolonial mengadakan pertemuan. Setelah  kemerdekaan  menjadi  Gedung Pertemuan Buruh, dan  pernah juga menjadi  Bank Dagang  Negara (BDN ). Pada tanggal 1 Desember  2006 Gedung ini diresmikan  sebagai  Gedung  Pusat  Kebudayaan.

Wisma Ombilin, Bangunan ini dibangun  tahun 1918 dengan  nama Hotel Ombilin, pernah mengalami  perubahan  fungsi  antara lain :

-          Tahun 1945-1949 sebagai asrama tentara  Belanda.

-          Tahun  1970-an sebagai  Kantor  Polisi Militer  Kotamadya Sawahlunto.

-          Sekarang sebagai  Wisma Ombilin, tempat menginap  tamu-tamu yang datang ke Sawahlunto.

Sekolah Santa Lucia, dibangun tahun 1920-an, sebagai Sekolah  Dasar  Santa Lucia. Bangunan  ini juga  pernah dipergunakan sebagai  Asrama  Tentara,  Sekolah Islam dan kantor Agama.

 

Koperasi PT. BA-UPO, Bangunan  ini dibangun  tahun 1920 dengan nama “ Koperasi Ons  Belang “ sebagai koperasi  tempat memenuhi kebutuhan  orang-orang Eropa dan Indo-Eropa. Gedung  ini juga pernah berfungsi  sebagai  Asrama  dan Kantor BEKA ( Badan Ekonomi Kota Arang ).

Kantor PT. BA-UPO,  Dibangun  Tahun 1916 dengan nama “ Ombilin  Meinen “ berfungsi  sebagai Kantor Pertambangan  PT. BA-UPO.

Museum Goedang Ransoem, Bangunan Museum  Goedang  Ransoem ini didirikan  pada tahun 1918 dan berfungsi  sebagai  dapaur umum tempat  memasak  makanan dan memenuhi  kebutuhan  makanan bagi pekerja  tambang dan RSU Sawahlunto yang berjumlah ribuan. Namun setelah kemerdekaan  bangunan ini  mengalami beberapa  peralihan fungsi antara lain : ( 1945-1950 ), sebagai  tempat memasak makanan  bagi tentara ( TKRI ), ( 1950-1960) Sebagai  tempat penyelenggaraan  administrasi bagi kepentingan  Perusahaan tambang Batu Bara, ( 1960-1970) sebagai tempat pendidikan formal  setingkat  Sekolah Menengah Pertama  ( SMP  Ombilin ) , ( 1970-1980 ) berfungsi sebagai tempat hunian karyawan Tambang Batubara Ombilin , ( 1980-1984 )  Berfungsi sebagai  tempat hunian karyawan Tambang batu bara  Ombilin dan juga masyarakat  Kota Sawahlunto dan juga masyarakat  Kota Sawahlunto, ( 2004-2005), Bangunan ini direvitalisasi dan pada  tanggal 17 Desember 2005 diresmikan  sebagai Museum Goedang Ransoem.

Rumah Potong, dibangun pada  tahun 1918 sebagai  tempat memotong hewan untuk memenuhi  kebutuhan daging di Dapur Umum.

Kawasan Saringan, Didirikan pada tahun 1900-an. Di Kawasan inilah  batubara diproses sebelum dibawa ke Teluk Bayur dengan menggunakan  gerbong kereta api.

Kantor Polisi, Bangunan ini dibangun oleh Pemerintah Belanda pada tahun 1920 sebagai kantor Polisi dan rumah tahanan untuk menampung para pekerja tambang  batubara yang divonis dengan hukuman kurung, dan sekarang berfungsi  sebagai  Kantor Kapolsek Kota Sawahlunto.

Lobang Tambang Mbah Soero, mulai digali tahun 1898. Dikerjakan oleh Orang Rantai  dengan Mandor Mbah Soero. Merupakan  lubang tambang batubara pertama di patahan Soegar. Ditutup  sebelum tahun 1930 karena tingginya  rembesan air. Lubang ini dibuka kembali  tahun 2007 dan dijadkan  sebagai objek wisata  dengan nama “ Lobang  Tambang Mbah Soero.”   

( Anita )

 

MENBUDPAR BUKA SUMATERA INTERNATIONAL TRAVEL FAIR DAN KONGRES I TOUR GUIDE SE ASIA TENGGARA DI PADANG Mei 31, 2008

Diarsipkan di bawah: Tulisan Lepas — iuukp @ 1:47 pm

Mentri kebudayaan dan Pariwisata ( Menbudpar) Jero Wacik pagi ini membuka Sumatera International Travel fair 2008 (SITF) berlangsung mulai 30 mei hingga 1 Juni di hotel Bumi Minang Padang  Sumatera Barat.Pada kesempatan ini menbudpar juga akan membuka kongres pertama asosiasi Pramuwisata se- Asia tenggara ( The 1 st Congress of Sout East Tour Guide Association / SEATGA ).

SITF yang merupakan subregional event dari hasil kerjasama Negara kawasan segitiga pertumbuhan : Indonesia, Malaysia , dan Thailand (IMT-GT) ini akan diikuti oleh 44 buyers dari 9 negara ( belgia, Czech republic, Perancis, Belanda,Slovenia,Jerman,India,China, dan Indonesia ) serta 19 sellers dari 4 negara ( Indonesia, Singapura, Thailand, Malaysia ).

Kegiatan SITF sebagai upaya untuk mempromosikan pariwisata nasional, khusunya sumatera, sekaligus dalam mendukunug suksesnya Visit Indonesia Year 2008 yang mentargetkan 7 juta kunjungan wisata mancanegara. Penyelenggara event ini merupakan hasil kerjasama Depbudpar, Dinas Budpar Provinsi Sumbar, dan Badan pariwisata Sumatera Utara.

Penyelenggara SITF yang mengambil tema “Adventure” itu diharapkan akan mendorong pergerakan wisatawan antar-regional khusunya wisman di kawasan segitiga pertumbuhan IMT-GT. Event ini juga menjadi ajang promosi sekaligus mengangkat citra Indonesia termasuk pariwisata sumatera sebagai destinasi adventure kelas dunia.

Menbudpar Jero Wacik mengatakan kegiatan SITF 2008 dan SEATGA di Padang ini merupakan  bagian dari MICE ( Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition ) yang mempunyai multiflier effect besar terutama bagi daerah dalam rangka mensejahterakan masyarakat melalui kegiatan pariwisata, pemerintah akan terus mendorong kegiatan MICE di berbagai daerah ditanah air, untuk ini harus ada dukungan dari pemerintah daerah, industri pariwisata, dan masyarakat ,”katanya”

 

SIARAN PERS SITF 2008 Padang Sumatera Barat 30 Juni 2008 Mei 31, 2008

Diarsipkan di bawah: Tulisan Lepas — iuukp @ 1:46 pm

Sebagai salah satu upaya mempromosikan kepariwisataan Indonesia pada umumnya, khususnya Sumatera dan menyuseskan “Visit Indonesia Year 2008”, Departemen Kebudayaan dan Pariwisata, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata secara bersama-sama Propinsi Sumatera Barat dan Badan Pariwisata Daerah Sumatera Utara menyelenggarakan Sumatera International Travel Fair yang akan berlangsung pada tanggal 30 Mei s.d 1 Juni 2008 bertempat di Hotel Bumi Minang, Padang, Sumatera Barat.

 

Sumatera International Travel Fair (SITF) merupakan subregional event yang berkembang dari hasil kerjasama antara negara-negara IMT-GT (Indonesia, Malaysia, Thailand – Growth Triangle) untuk meningkatkan kunjungan wisatawan dari kawasan regional dan internasional.  Tujuan penyelenggaraan event ini adalah:

 

1.    Mendorong pergerakan wisatawan antar regional;

2.    Menjaga dan mempromosikan citra Sumatera sebagai destinasi “adventure”;

3.    Mempromosikan Sumatera sebagai daerah yang aman, nyaman dan menarik

4.    Meningkatkan citra pariwisata Sumatera khususnya dan Indonesia pada umumnya

 

Perkembangan pariwisata Indonesia menunjukkan gejala menggembirakan, melihat kenyataan bahwa jumlah wisatawan yang melakukan perjalanan dari tahun ke tahun terus mengalami kenaikan.  Memasuki era baru pemerintah yang demokratis, dan sejalan dengan harapan pasar serta para stakeholders pariwisata, pemerintah pada tahun 2008 telah menetapkan program “Visit Indonesia Year 2008”. Program yang menciptakan dan  mengakomodir serta mempromosikan lebih dari 100 event yang tersebar di 30 propinsi di Indonesia ini diharapkan mampu mendongkrak pencapaian target 7 juta wisman. Indikasi tersebut mulai terlihat dari data perkembangan jumlah wisatawan ke Indonesia Januari sampai dengan bulan Maret 2008 melalui 15 pintu masuk dan pintu lainnya yang mengalami kenaikan sebesar 15,68% dibanding dengan periode yang sama tahun 2007, sebagaimana data terlampir.

 

Sumatera International Travel Fair 2008 dengan mengangkat tema “adventure”   diikuti oleh 44 buyers dari 9 negara yaitu, Belgia, Czech Republik, Perancis, Netherlands, Slovakia, Jerman, India, China, Indonesia dan 19 sellers dari 4 negara yaitu, Singapura, Malaysia, Thailand, dan Indonesia. Adapun kegiatan SITF meliputi : pembukaan, konferensi pres, seminar pariwisata, table top, Mitha’s gathering, pameran dan pertunjukan kesenian.  Dalam penyelenggaraan kegiatan ini ditargetkan akan dikunjungi oleh 500 orang dan terjadi kontak maupun kontrak bisnis antara buyers dan selers.

Melalui penyelenggaraan Sumatera International Travel Fair 2008 diharapkan memberikan dampak yang bermanfaat dan peningkatan kesejahteraan bagi masyarakat Sumatera Barat khususnya dan Sumatera pada umumnya.  

 

Sektor pariwisata merupakan salah satu sektor andalan dalam perolehan devisa, mempunyai multiflier effect yang cukup besar bagi sektor formal maupun informal, yang dapat secara optimal menyejahterakan rakyat. Hal ini tentunya memberikan peluang dan sekaligus tantangan bagi  seluruh stakeholder yang terkait dengan sektor pariwisata untuk berperan serta dalam pembangunan kepariwisataan nasional melalui penciptaan lapangan kerja, kesempatan berusaha dan mensejahterakan masyarakat luas.