Peranan “Public Speaking” dalam Pariwisata

Saat ini dunia pariwisata telah menjadi salah satu penghasil income yang besar terhadap sebuah daerah. Semua daerah membuat program-program yang menunjang pariwisatanya. Daerah yang telah dikaruniai alam yang indah, membuat program promosi dan pemeliharaan aset pariwisatanya. Sedangkan daerah yang tidak mempunyai banyak pilihan tempat dengan pemandangan yang indah sebagai aset pariwisatanya, berusaha mencari alternatif pariwisata yang lain atau membuat sebuah objek kunjungan wisata.

Hanya saja, pertanyaan yang selama ini mengganggu penulis adalah, apakah aset-aset pariwisata itu sudah dikomunikasikan dengan baik? Kelihatannya belum. Untuk mengkomunikasikan pariwisata kepada customer-nya ( penikmat jasa wisata ), seorang pelaku pariwisata ( pemilik asset wisata ) harus memiliki kemampuan public speaking yang bagus. Karena, ini bukan hanya menyangkut promosi dengan sistem personal approach, namun menyangkut kejelasan informasi dalam promosi terhadap publik. Publik bukanlah sesuatu yang mudah dipengaruhi. Publik adalah gabungan dari sekian banyak pemikiran lengkap dengan pertanyaan dan kesimpulan masing-masing. Sebagai seorang pelaku pariwisata, baik itu pemilik objek wisata, pemerintah daerah, duta wisata, harus bisa memberikan keterangan yang tepat agar customer tertarik terhadap wisata yang ditawarkan. Kemampuan sebagai seorang pembicara publik ini diperlukan karena pilihan yang sangat banyak dalam hal pariwisata. Semua negara di dunia saat ini menyusun strategi yang bagus dengan kemasan dan slogan yang menarik, sehingga mencerminkan daerah mereka pantas menjadi pilihan kunjungan wisata terbaik.
Disinilah public speaking berperan besar. Teknik dan kemampuan dalam berbicara, baik itu didepan publik, di media massa, dan sarana-saran promosi lainnya, akan sangat menentukan seberapa besar kemampuan membuat daya tarik wisatanya. Pelaku pariwisata yang memiliki kemampuan public speaking yang baik, akan dapat menyampaikan nilai tambah pariwisata yang ditawarkannya. Dengan begitu, walaupun pariwisata termasuk kategori pariwisata menengah, publik ( pendengar informasi ) bisa saja tertarik karena kemasan penyajian informasi deskrtiptif pariwisata tersebut sangat menarik. Public speaking di bidang manapun, memang berkaitan erat dengan promosi. Bagaimana suatu produk ( dalam hal ini pariwisata ) dapat di-marketing-kan dengan baik memang harus membutuhkan kemampuan komunikasi yang baik. Public speaking juga berkaitan dengan teknik persuasif terhadap audiens untuk memancing ketertarikan mereka terhadap apa yang disampaikan.

Alangkah baiknya, para pelaku promosi pariwisata, membekali dirinya dengan kemampuan public speaking dalam berpromosi. Kemampuan ini bisa diperoleh dengan mengikuti seminar yang berkaitan dengan public speaking, selalu berlatih berbicara di depan publik, belajar kepada ahli public speaking, karena semua orang memang diharapkan menjadi public speaker yang baik. Semoga, setelah semua pelaku pariwisata khususnya di kota Padang menjadi seorang public speaker yang handal, pariwisata di daerah ini dapat lebih menggembirakan dan lebih baik dari sebelumnya, karena pariwisata mempunyai segi positif yang begitu banyak terhadap daerah yang menjadi kunjungan wisata.

Oleh : A. Dody Setiawan-IUUKP Jelas Beda!!

One Response to “Peranan “Public Speaking” dalam Pariwisata”

  1. Good Layout and design. I like your blog. I just added your RSS feed to my Google News Reader. .

    Jason Rakowski

Leave a Reply