IUUKP, Jelas Beda!!

Just another window of Uda Uni

Dari IUUKP buat MISS INDONESIA April 30, 2008

Diarsipkan di bawah: Tulisan Lepas — iuukp @ 5:51 am

Syasha Menuju Miss Indonesia

Namanya Alyasa Budiah Yuliarti. Perempuan berusia 21 tahun ini baru saja dinobatkan sebagai perwakilan Sumatra Barat untuk kompetisi Miss Indonesia 2008, di Jakarta bulan Mei mendatang.

Dengan memakai kostum santai dengan make up tipis, dara kelahiran Blitar 28 Juli 1986 ini tampak rileks ketika bincang-bincang bersama Singgalang di sela-sela talkshow di studio Sushi FM, Rabu (23/4) sore. Tampak cantik sekali ia sore itu.

Dari ceritanya, pengalaman audisi Miss Indonesia termasuk dalam hal-hal yang paling menegangkan sepanjang hidupnya. “Iya, sangat menegangkan. Waktu itu aku ikut audisi hari kedua di Jakarta tanggal 2 April ya. Ada 100 orang yang datang, aku termasuk di dalamnya setelah CV yang aku kirimkan direspon oleh RCTI. Dari 100 orang itu diciutkan jadi 26. Tapi khusus untuk Sumbar aja, ada 13 orang, dikecilkan jadi 5 dan akhirnya jadi satu. Nah, tiap masuk kesempatan itu, semua pengumuman lewat telpon.

Jadi ketika mendapat telpon terakhir, deg-degan banget. Panitia yang nelpon itu sengaja ngerjain, dibikin-bikin kita sedih, intinya mengarah ke tidak luluslah. Namun pada akhirnya dia bilang, congratulation ya,” bebernya renyah.
Keputusan para juri meloloskannya ke babak final Miss Indonesia 2008 ini, pada akhirnya membuat anak kedua dari tiga bersaudara ini berpikir serius mencari ‘modal’ utama untuk mencapai target menjadi pemuncak. Apa itu?

“Aku siapin mental agar terus percaya diri, perkaya wawasan dan terus biasalah ya namanya juga perempuan, perawatan diri trus yang gak kalah pentingnya mohon doa restunya dari rakyat Sumatra Barat,” jawab pemilik tinggi badan 175 cm dan berat 51 kg ini sambil berharap.
Shasya, begitu ia akrab disapa memang pantas diperhitungkan dalam kompetisi Miss Indonesia 2008 jika melihat deretan prestasi yang berkaitan.  Sebut saja ia pernah menjadi Uni Kota Padang 2003 (yang pasti anggota IUUKP Jelas Beda!!) , Wakil I Uni Sumbar 2003, dan terakhir Finalis Model Indonesia 2006. Belum lagi, kiprah gadis yang mengaku cukup piawai bermain gitar ini dalam dunia model profesional di ibukota Jakarta. Puluhan panggung catwalk seperti dibilangnya sudah ditapaki. Puluhan busana rancangan designer kondang juga pernah dibawakannya dalam show lokal maupun nasional, ditambah pula kecakapannya berbahasa Inggris, serta ilmu kehumasan. Kombinasi yang cukup lengkap.
“Target terdekat adalah masuk sepuluh besar. Kalau (target) terbesar ya, jadi Miss Indonesialah. Amin.. doakan aja,” akunya pula. Kalau target terbesar tercapai, berarti siap mewakili Indonesia ke ajang Miss World 2008 nantinya?

“Ya, harus siap. Kalo ditanya kenapa, aku ingin melihat perempuan Sumbar go nasional bahkan go internasional,” paparnya pede.  Kepedean itu juga dikuatkan lewat dukungan sang bunda Yuheli, yang ikut mendampingi putrinya hasil dari perkawinannya dengan Budiarto.
“No problem. Keluarga memberi dukungan penuh,” ujarnya singkat dan mantap.  Rencananya pada malam final nanti, Shasya akan memakai pakaian anak daro basuntiang Padang yang disponsori Andri Salon, dan penampilan bakat berupa tari piring dan menyanyi sambil diiringi gitar. Lagunya sudah diset, yaitu No Me Ames-nya J.Lo feat Marc Anthony.
“Secara pribadi aku udah siap, hanya mohon doa restunya saja semoga aku bisa memberikan yang terbaik buat keluarga, sponsor, temen-temen dan tentu saja masyarakat Sumatra Barat,” pungkasnya tegas.

Narasi : Ricki Satria (Udah pernah dimuat di Singgalang Minggu 27 April ‘08)

 

 

Matrilineal itu Saling Menghargai April 24, 2008

Diarsipkan di bawah: IUUKP About Teens — iuukp @ 4:09 pm

Masalah kawin cerai sudah menjadi masalah biasa di negri kita walaupun bercerai itu adalah suatu hal yang dibenci oleh Allah S.W.T tapi masih diizinkan namun tetap dilakukan oleh pasangan suami istri di Indonesia. Fenomena itulah yang kerap ditayangkan di infotainment tanah air yang tiada habisnya membahas masalah kawin cerai di kalangan selebritis kita.
Perceraian pada akhirnya akan menimbulkan permasalahan baru, beberapa diantaranya adalah hak pengasuhan anak yang bahkan melibatkan komisi perlindungan anak. Selain itu perceraian juga akan mempengaruhi mental serta kepribadian sang anak di masa depannya kelak.

Sebenarnya berkaca kepada hal itu, sungguh beruntung kita yang tinggal di Ranah Minangkabau dengan budaya “Adat Basabdi syarak,Syarak Basandi Kitabullah” menggunakan sistem kekerabatan Matrilineal. Sistem perkawinan Matrilineal ini bersifat Eksogami yaitu suami tidak mengikuti suku istri dan begitu sebaliknya istri juga tidak mengikuti suku suaminya. Dalam perkawinan bersifat eksogami ini status seorang istri sama dengan status suaminya terlepas dari status suami sebagai imam dan kepala keluarga yang mengakibatkan seorang istri tidak selalu bergantung kepada suaminya. Seorang suami bukanlah pemegang kuasa atas anak dan istrinya.
Urusan ekualitas antara laki-laki dan perempuan sebenarnya tidak cuma diwujudkan dalam perkawinan saja. Dalam pergaulan pun, kita dituntut bisa saling menghargai tanpa memandang gender.

Khusus bagi para cowok, justru rasa respek terhadap kaum hawa bersifat mutlak. Paling tidak dalam keseharian kita bisa mewujudkan rasa kepatutan itu pada ibu. Bukankah dalam agama Islampun sebuah kisah Rasulullah nabi besar muhammad S.A.W,seorang sahabat pernah bertanya kepada rasul,”Siapakah yang lebih aku sayangi di antara kedua orang tuaku wahai Rasulullah”, Rasulullah menjawab “Ibumu” sampai 3x, barulah setelah itu rasul menjawab”Ayahmu” pada pertanyaan yang sama keempat kalinya.
Begitu juga dengan penguasaan terhadap harta dalam sistem kekerabatan Matrilineal. Harta benda di Minangkabau berada di bawah penguasaan kaum Ibu karena secara fisik laki-laki memiliki tubuh yang kuat dibandingkan dengan kaum ibu.
Kendati demikian, untuk menjaga harmonisasi hubungan antara pria dan wanita, keduanya harus saling menghormati. Tidak ada yang boleh merasa berkuasa atas satu sama lainnya.
Semestinya kita bersyukur dan berbangga hidup sebagai masyarakat Minangkabau dengan”Adat Basandi Syarak,Syarak Basandi Kitabullah”. Dengan sistem kekerabatan matrilineal yang kita miliki, kita bisa saling menghargai apalagi  falsafah itu merupakan perpaduan yang saling melengkapi antara agama dengan adat yang bersinergi dalam kehidupan manusia sebagai pedoman dan ajaran dalam menjalani hidup. (Dari berbagai Sumber)

Oleh Rolly-IUUKP Jelas Beda!!

 

Sikuai in Viewfinder April 23, 2008

Diarsipkan di bawah: Travel (English Version) — iuukp @ 7:37 am

When we talk about natural beauty of Sumatra Barat it will be edgeless. most of tourism objects in this province offer refreshing views. The toursim has records for them. Despite all, Sumatra Barat has more unexplored beautiful sites for tourism though. Sikuai Island for instance.

The island located on the west coast of Sumatera island is fame for its white sand beach. Playing on the shore is joyful there. To reach Sikuai Island will only takes around one hour from Muaro harbour, Padang. The distance is around 25 KM from the capital of Sumatra Barat. The best timing to see fine-looking view is in the morning. During the trip on the boat will impress you that you are around natural silent fort under the dim of morning sunlight.

Getting close to the dock is a another different sensation. Fishes are clearly seen swiming under the wood dock welcas if they welcome you to the island. On the side of that small island, coconut tree leaves swing because of the wind.

There are two options you can take right after you are there. First you can have some break time in the hotel or wander around the island. Its small size enable you to walk across the island.

Around the island is white clean beach. Unlike other famous beaches, laying down there is pleasure and gives you privacy for it is not crowded. Rock and coral complete the beuty themselves.

On a good weather, sunset is a best moment to wait in Sikuai Island. This moment will be a prescious time for you who love photography. Many angles and spots you can capture. Wild animals such as sea eagles and various bird species credit your shots. If you are lucky you will alos run into goanna. Do not worry for them since they will move away to avoid seeing human.
It’s time for you to experience the nature in Sikuai Island. If you are curious, do not for get to take your family and your camera with you and enjoy the other beauty of Sumatra Barat.Yuhendra

 

Sikuai dalam Viewfinder April 23, 2008

Diarsipkan di bawah: Jalan-jalan — iuukp @ 7:36 am

 

Berbicara perihal keindahan alam, Sumatra Barat memang seperti tidak pernah kehabisan bahan untuk yang satu ini. Hampir setiap objek wisata di provinsi ini selalu menawarkan pemandangan yang menyegarkan mata. Tidak hanya bagi pengunjung dari luar wilayah ini namun juga bagi warga Sumatra Barat sendiri. Namun demikian masih terdapat beberapa tempat yang masih cukup jarang didatangi pengunjung walaupun seringkali namanya terucap, seperti pulau Sikuai.

Pulau yang terletak di pesisir barat Sumatra ini terkenal dengan pantainya yang berpasir putih. Bermain di atas pasir putihnya sangat menyenangkan. Lokasinya  berjarak kira-kira 25 km dari pusat Kota Padang. Pulau ini dapat ditempuh dalam waktu hanya satu jam paling lama, setelah kapal motor mulai berlayar dari dermaga di pelabuhan Muaro di Sungai Batang Arau. Jika berangkat pada pagi hari, di sepanjang perjalanan menuju lokasi ini, pengunjung juga akan disuguhi dengan pemandangan yang sangat indah dari pesisir Sumatra. Gugusan perbukitan di pesisir pulau Sumatra seakan terlihat seperti benteng alam yang membisu di bawah temaramnya cahaya pagi.

Tak lama berselang, kapalpun merapat di dermaga pulau, ikan-ikan karang dapat dilihat dengan mata telanjang diperairan sekitar dermaga ini, sementara itu di sisi lain pulau pohon kelapa seakan melambai-lambai karena tiupan angin. Selepas itu, pengunjung dapat memutuskan apakah akan beristirahat sejenak, karena memang terdapat sebuah hotel sekaligus sebagai penanggung-jawab tempat ini, atau langsung mengelilingi pulau ini karena memang tidak butuh waktu lama untuk berjalan menyusuri jalan melingkar di seputaran pulau.

Di sekeliling pulau, pengunjung akan mendapati hamparan pasir putih tak bertuan, dan batu-batu karang besar yang berdiri kokoh ikut melengkapi pesonanya. Jika cuaca cukup cerah, maka pada sore hari saat matahari mulai tenggelam di ufuk barat adalah sebuah kondisi yang sangat mengagumkan untuk dinikmati. Khusus bagi pengunjung yang memiliki hobi fotografi pemandangan alam, tentunya mereka tidak akan melewatkannya untuk diabadikan. Beberapa pengunjung juga menemukan beberapa satwa liar yang cukup jarang ditemui secara langsung. Seperti elang laut, beberapa spesies burung lainnya dan biawak. Untuk biawak, pengunjung tidak perlu khawatir jika kebetulan bertemu di perjalanan saat menyusuri pulau. Karena biasanya fauna tersebut cenderung menghindari manusia.

Sekarang giliran anda, pembaca. Tidakkah anda tertarik untuk turut mencobanya atau mengulanginya lagi jika kebetulan sudah pernah mencicipi pesona pulau di Samudera Hindia ini? Bawa sertalah keluarga, orang terdekat dan juga….kamera.

Narasi dan foto Muhammad Fadli (Singgalang Minggu)

 

Peranan “Public Speaking” dalam Pariwisata April 11, 2008

Diarsipkan di bawah: IUUKP About Teens — iuukp @ 4:04 am

Saat ini dunia pariwisata telah menjadi salah satu penghasil income yang besar terhadap sebuah daerah. Semua daerah membuat program-program yang menunjang pariwisatanya. Daerah yang telah dikaruniai alam yang indah, membuat program promosi dan pemeliharaan aset pariwisatanya. Sedangkan daerah yang tidak mempunyai banyak pilihan tempat dengan pemandangan yang indah sebagai aset pariwisatanya, berusaha mencari alternatif pariwisata yang lain atau membuat sebuah objek kunjungan wisata.

Hanya saja, pertanyaan yang selama ini mengganggu penulis adalah, apakah aset-aset pariwisata itu sudah dikomunikasikan dengan baik? Kelihatannya belum. Untuk mengkomunikasikan pariwisata kepada customer-nya ( penikmat jasa wisata ), seorang pelaku pariwisata ( pemilik asset wisata ) harus memiliki kemampuan public speaking yang bagus. Karena, ini bukan hanya menyangkut promosi dengan sistem personal approach, namun menyangkut kejelasan informasi dalam promosi terhadap publik. Publik bukanlah sesuatu yang mudah dipengaruhi. Publik adalah gabungan dari sekian banyak pemikiran lengkap dengan pertanyaan dan kesimpulan masing-masing. Sebagai seorang pelaku pariwisata, baik itu pemilik objek wisata, pemerintah daerah, duta wisata, harus bisa memberikan keterangan yang tepat agar customer tertarik terhadap wisata yang ditawarkan. Kemampuan sebagai seorang pembicara publik ini diperlukan karena pilihan yang sangat banyak dalam hal pariwisata. Semua negara di dunia saat ini menyusun strategi yang bagus dengan kemasan dan slogan yang menarik, sehingga mencerminkan daerah mereka pantas menjadi pilihan kunjungan wisata terbaik.
Disinilah public speaking berperan besar. Teknik dan kemampuan dalam berbicara, baik itu didepan publik, di media massa, dan sarana-saran promosi lainnya, akan sangat menentukan seberapa besar kemampuan membuat daya tarik wisatanya. Pelaku pariwisata yang memiliki kemampuan public speaking yang baik, akan dapat menyampaikan nilai tambah pariwisata yang ditawarkannya. Dengan begitu, walaupun pariwisata termasuk kategori pariwisata menengah, publik ( pendengar informasi ) bisa saja tertarik karena kemasan penyajian informasi deskrtiptif pariwisata tersebut sangat menarik. Public speaking di bidang manapun, memang berkaitan erat dengan promosi. Bagaimana suatu produk ( dalam hal ini pariwisata ) dapat di-marketing-kan dengan baik memang harus membutuhkan kemampuan komunikasi yang baik. Public speaking juga berkaitan dengan teknik persuasif terhadap audiens untuk memancing ketertarikan mereka terhadap apa yang disampaikan.

Alangkah baiknya, para pelaku promosi pariwisata, membekali dirinya dengan kemampuan public speaking dalam berpromosi. Kemampuan ini bisa diperoleh dengan mengikuti seminar yang berkaitan dengan public speaking, selalu berlatih berbicara di depan publik, belajar kepada ahli public speaking, karena semua orang memang diharapkan menjadi public speaker yang baik. Semoga, setelah semua pelaku pariwisata khususnya di kota Padang menjadi seorang public speaker yang handal, pariwisata di daerah ini dapat lebih menggembirakan dan lebih baik dari sebelumnya, karena pariwisata mempunyai segi positif yang begitu banyak terhadap daerah yang menjadi kunjungan wisata.

Oleh : A. Dody Setiawan-IUUKP Jelas Beda!!

 

Ayam Kalasan April 9, 2008

Diarsipkan di bawah: Icip-icip — iuukp @ 4:27 am

Indonesia selain memiliki kekayaan alam yang indah, juga dibarengi dengan aneka masakan daerah. Salah satu dari masakan daerah tersebut adalah bernama ayam kalasan. Ayam kalasan merupakan salah satu masakan daerah Yogyakarta. Sesuai dengan namanya kalasan, masakan ini berasal dari Desa Kalasan di dekat kawasan Candi Prambanan.

Jika kita ingin mencicipi masakan bernama ayam kalasan, kita tidak perlu beli jauh-jauh pergi ke Yogyakarta. Di Kota Padang kita dapat temukan masakan ayam kalasan di warung bu Widardo, yang berlokasi di depan Rumah Sakit Tentara (RST) Reksodiwiryo, Ganting.

Menurut pemilik warung bu Widardo, Aris B saat disambangi di warungnya mengatakan, ayam kalasan sama halnya dengan ayam goreng biasa, namun ini dimasak dengan cara khas kalasan dan diberi bumbu.

Bagi remaja putri atau ibu-ibu yang doyan dengan masakan dan ingin mencoba memasak ayam kalasan tidak ada salahnya. Ayam kalasan sesuai dengan namanya terdiri dari bahan dasar ayam potong yang siap untuk digoreng.

Sebelum digoreng, kata Aris, ayam yang telah dipotong dan dimasak setengah matang itu diungkep atau yang lebih dikenal dikukus dengan bumbunya yang terdiri dari bawang putih, lengkuas, jahe dan garam secukupnya. Ayam potong tersebut diungkep sekitar lima belas menit, kemudian diangkat dan langsung di goreng.

Begitu ayam sudah digoreng, sajikan diatas piring lengkap dengan sambal terasi, dan aneka lalap. Maka jadilah ia masakan bernama ayam kalasan. Memakan ayam kalasan enaknya dengan nasi putih plus kerupuk merah. Ayam kalasan dapat dijadikan menu makan siang atau malam. Atau bagi yang suka gorengan ayam tanpa nasi juga dapat langsung dimakan.

Narasi dan foto Gusliyanti (Singgalang Minggu)