Namanya Alyasa Budiah Yuliarti. Perempuan berusia 21 tahun ini baru saja dinobatkan sebagai perwakilan Sumatra Barat untuk kompetisi Miss Indonesia 2008, di Jakarta bulan Mei mendatang.
Dengan memakai kostum santai dengan make up tipis, dara kelahiran Blitar 28 Juli 1986 ini tampak rileks ketika bincang-bincang bersama Singgalang di sela-sela talkshow di studio Sushi FM, Rabu (23/4) sore. Tampak cantik sekali ia sore itu.
Dari ceritanya, pengalaman audisi Miss Indonesia termasuk dalam hal-hal yang paling menegangkan sepanjang hidupnya. “Iya, sangat menegangkan. Waktu itu aku ikut audisi hari kedua di Jakarta tanggal 2 April ya. Ada 100 orang yang datang, aku termasuk di dalamnya setelah CV yang aku kirimkan direspon oleh RCTI. Dari 100 orang itu diciutkan jadi 26. Tapi khusus untuk Sumbar aja, ada 13 orang, dikecilkan jadi 5 dan akhirnya jadi satu. Nah, tiap masuk kesempatan itu, semua pengumuman lewat telpon.
Jadi ketika mendapat telpon terakhir, deg-degan banget. Panitia yang nelpon itu sengaja ngerjain, dibikin-bikin kita sedih, intinya mengarah ke tidak luluslah. Namun pada akhirnya dia bilang, congratulation ya,” bebernya renyah.
Keputusan para juri meloloskannya ke babak final Miss Indonesia 2008 ini, pada akhirnya membuat anak kedua dari tiga bersaudara ini berpikir serius mencari ‘modal’ utama untuk mencapai target menjadi pemuncak. Apa itu?
“Aku siapin mental agar terus percaya diri, perkaya wawasan dan terus biasalah ya namanya juga perempuan, perawatan diri trus yang gak kalah pentingnya mohon doa restunya dari rakyat Sumatra Barat,” jawab pemilik tinggi badan 175 cm dan berat 51 kg ini sambil berharap.
Shasya, begitu ia akrab disapa memang pantas diperhitungkan dalam kompetisi Miss Indonesia 2008 jika melihat deretan prestasi yang berkaitan. Sebut saja ia pernah menjadi Uni Kota Padang 2003 (yang pasti anggota IUUKP Jelas Beda!!) , Wakil I Uni Sumbar 2003, dan terakhir Finalis Model Indonesia 2006. Belum lagi, kiprah gadis yang mengaku cukup piawai bermain gitar ini dalam dunia model profesional di ibukota Jakarta. Puluhan panggung catwalk seperti dibilangnya sudah ditapaki. Puluhan busana rancangan designer kondang juga pernah dibawakannya dalam show lokal maupun nasional, ditambah pula kecakapannya berbahasa Inggris, serta ilmu kehumasan. Kombinasi yang cukup lengkap.
“Target terdekat adalah masuk sepuluh besar. Kalau (target) terbesar ya, jadi Miss Indonesialah. Amin.. doakan aja,” akunya pula. Kalau target terbesar tercapai, berarti siap mewakili Indonesia ke ajang Miss World 2008 nantinya?
“Ya, harus siap. Kalo ditanya kenapa, aku ingin melihat perempuan Sumbar go nasional bahkan go internasional,” paparnya pede. Kepedean itu juga dikuatkan lewat dukungan sang bunda Yuheli, yang ikut mendampingi putrinya hasil dari perkawinannya dengan Budiarto.
“No problem. Keluarga memberi dukungan penuh,” ujarnya singkat dan mantap. Rencananya pada malam final nanti, Shasya akan memakai pakaian anak daro basuntiang Padang yang disponsori Andri Salon, dan penampilan bakat berupa tari piring dan menyanyi sambil diiringi gitar. Lagunya sudah diset, yaitu No Me Ames-nya J.Lo feat Marc Anthony.
“Secara pribadi aku udah siap, hanya mohon doa restunya saja semoga aku bisa memberikan yang terbaik buat keluarga, sponsor, temen-temen dan tentu saja masyarakat Sumatra Barat,” pungkasnya tegas.
Narasi : Ricki Satria (Udah pernah dimuat di Singgalang Minggu 27 April ‘08)



