Nilai budaya dan adat Minangkabau pada saat sekarang ini masih sesuai dengan yang diturunkan nenek moyang orang Minang dahulu. Falsafahnya pun masih sama yakni memegang adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah. Kebanyakan orang mengatakan bahwa budaya yang ada di Minangkabau sudah banyak mengalami pergeseran bahkan sudah menghilang. Namun, itu tidaklah sepenuhnya benar karena budaya atauadat yang ada di Minangkabau ndak lakang dek paneh, ndak lapuak dek hujan. Adat tidak berubah, namun masyarakatnyalah yang berubah.
Selain itu budaya atau adat Minangkabau ini juga bersifat dinamis, maksudnya bisa mengikuti perkembangan zaman. Adat tidak mengungkung masyarakatnya untuk berkembang, cuma bukan berarti nilai-nilai filosofis di dalamnya harus dikorbankan.
Banyak turis-turis asing yang mennayakan keseragaman adat Minangkabau namun mengakui kekayaan di tiap-tiap daerah. Hal ini disebabkan karena adat dari masing-masing nagari yang ada di Minangkabau berbeda-beda dengan kata lain adat tersebut digunakan di salingka nagari. Jadi, di Alam Minangkabau banyak pula kebiasaan yang dipakai sesuai dengan ketentuan dari masing-masing nagari.
Salah satu contohnya dapat kita lihat pada baju kurung yang dipakai oleh Bundo Kanduang. Baju kurung yang dipakai oleh Bundo Kanduang di Bukittinggi berbeda dengan baju kurung yang dipakai oleh Bundo Kanduang di Solok. Namun, dari perbedaan baju kurung tersebut tetap mempunyai keseragaman. Bundo kanduang dari masing-masing daerah tetap menggunakan kesamaan unsur seperti tutup kepala, baju, salendang/salempang, sarung (kodek), sandal, dan pehiasan. Hanya saja wujud dan variasinya saja yang menunjukkan keragaman pada setiap nagari yang ada di Minangkabau.
Supaya tidak terjadi timbul lagi pertanyaan dan keraguan orang asing yang mengatakan bahwa budaya Minangkabau tidak seragam, maka solusinya adalah tiap-tiap nagari atau daerah harus sering melakukan pagelaran budaya atausosialisasi dari masing-masing nagari. Hal ini tidak hanya dilakukan di lingkungan eksternal, tapi juga harus dilakukan di lingkungan internal. Sehingga masyarakat Minangkabau juga mengetahui betapa kayanya Alam Minangkabau dengan budaya yang dikandungnya. Dengan upaya itu generasi muda pun tahu tahu akan adat dan budaya mereka sendiri dan dapat melestarikannya bahkan dipakai dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan pembiasaan itu, maka nilai adat dan budaya Minang tidak akan lekang, namun terus tertanam di tiap generasi. biarlah zaman berubah, namun adat tetap terpatri.
oleh: Ayu-IUUKP Jelas Beda!!