IUUKP, Jelas Beda!!

Just another window of Uda Uni

Nasi Sala, Penggugah Selera Februari 23, 2008

Diarsipkan di bawah: Icip-icip — iuukp @ 8:24 am

Berkunjung ke Nagari Piaman Laweh tentunya tak asing mencicipi yang namanya nasi sek di tepi Pantai Gandoriah Pariaman. Namun selain itu kota Pariaman juga menyuguhkan banyak hidangan lain penggugah selera, pengganjal perut tatkala keroncongan.

Ya, salah satunya yakni nasi sala. Orang menyebutnya nasi sala karena memang lauk yang digunakan dilumuri dengan adonan sala lauak yang merupakan penganan khas Kota Tabuik itu. Sekilas memang tak nampak beda dengan nasi sek, mengingat nasinya dibungkus dengan daun pisang berbentuk kerucut seperti  pada nasi sek.

Namun jangan salah, kekhasannya terletak pada lauk yang dibaluri adonan sala tadi beserta sayur pucuak ubi (daun ketela muda) yang dengan kuah bening plus ditambah sambalado merah (cabe merah) dengan terasi sekaligus teri bakar. Wuihh, rasanya enak tenan.

Nasi sala ini biasa dijual pedagang sekitar Pantai Gandoriah di depan rel kereta api dekat stasiun kereta Pariaman. Anda bisa menikmati nasi sala ini pada pagi hari karena ikan yang digoreng sala merupakan ikan segar yang langsung diperoleh dari nelayan sekitar yang pulang melaut. Tak heran ikannya terasa begitu gurih dan segar. Dan pedagang biasa menggunakan ikan garigak karena teksturnya yang lembut dan tidak banyak tulang.

Seekor ikan sala garigak dijual dengan harga Rp5000, nasi Rp1000/bungkus dan sala lauak dijual Rp1000 untuk 4 buah. Selain itu di sini juga disediakan pergedel kentang yang dijual Rp1000/potong. Meski terkesan sederhana namun kenikmatannya sungguh luar biasa.

Adonan sala yang dibaluri pada ikan garigak tadi terbuat dari tepung beras yang dicampur berbagai rempah-rempah dan irisan daun kunyit, ditambah sedikit kapur sirih untuk membuatnya semakin renyah. Dan jika ingin dijadikan oleh-oleh lauak sala tadi cukup dipanasi saja dengan minyak panas.

Nah, mampir ke Pariaman jangan lupa mencicipi nasi sala yang murah namun sangat menggugah selera. Selain suasana sejuk karena dekat dengan pantai, suasana sarapan pagi semakin mengasikkan tatkala kereta api melintasi rel. Piaman Laweh memang terkenal dengan masakan sederhananya yang begitu menggugah selera. Meski berupa hidangan sayua pucuak ubi dan sambalado terasi namun racikannya terasa begitu istimewa.  

(Sagita Widuri – Singgalang Minggu)

   

 

Leave a Reply