JIKA anda berkunjung ke kota Payakumbuh terutama pada hari Kamis dan Minggu yang merupakan hari balai (hari pasar), Anda akan menemukan aneka penganan, kue-mueh, yang dijual oleh para amai-amai, oncu-oncu dan ongah-ongah, bahkan juga para gadih-gadih kota itu. Ada gelamai, botiah, pinyaram, pias, bareh randang, ladu, dan aneka jenis penganan khas Payakumbuh lainnya.
Diantara penganan yang banyak itu, terdapat satu penganan yang bentuknya cukup menarik, berwarna merah jambu (pink) bercampur putih, dan ada juga yang berwarna coklat. Penganan ini ukurannya cukup besar dan ditaruh diatas daun pisang. Penganan ini bernama bika lintau.
Sebenarnya bika lintau ini sejatinya adalah sejenis kue apam juga. Akan tetapi karena bentuknya yang besar dan mirip dengan bika, akhirnya masyarakat setempat menamai penganan ini dengan bika lintau. Mungkin dulunya penganan ini berasal atau dibuat oleh orang Lintau (Tanah Datar) mengingat kedua daerah ini cukup berdekatan
Harga bika lintau cukup murah. Berkisar antara Rp.2000,- sampai Rp.3000,-.sebiji. Relatif murah memang dibanding ukurannya yang lumayan besar, tak habis berdua sekali makan.
Menurut oncu-oncu penggalas bika lintau yang ditemui di Pasar Payakumbuh, bahan baku penganan ini adalah tepung beras. Cara pembuatannya, tepung beras dicampur dengan ragi dan santan kelapa. Lalu dipangok (didiamkan) selama semalam. Setelah itu adonan tadi dikukus. Jika ingin kue bika berwarna merah jambu dan putih, cukup tambahkan gincu merah dan gula. Sedangkan warna coklat cukup dengan menambahkan gulo saka (gula tebu).
Nah, bila anda berkunjung ke Payakumbuh bersama keluarga atau si dia tercinta, jangan lupa mampir ke pasar Payakumbuh untuk membeli kue bika lintau yang rasanya sabona lomak itu. Narasi dan foto Charlie Ch. Legi (Koran Singgalang Minggu)
DIarsipkan di bawah: Icip-icip
yyuuummmmmmmyyyyyyy, enak nbanget bika nya
http://sutanmudo.co.cc