Tidak bisa dipicingkan mata, kalau perkembangan budaya di Minangkabau terpengaruh budaya asing. Adanya kebudayaan asing tanpa disaring, masuk bebas ke ranah Minang dan hal itu mengakibatkan generasi muda terpengaruh terhadap kebudayaan asing tersebut yang masuk. Fenomena itu terlihat dengan banyaknya generasi muda yang meniru gaya ala barat. Ini merupakan sesuatu hal yang tidak sesuai dengan adat yang ada di Minangkabau.
Dari kasus di atas, kita bisa menyatakan bahwa adat yang ada di ranah Minang ini khususnya adalah membentuk individu yang berbudi luhur, generasi muda yang berbudaya. Dari generasi muda yang beradab itu diharapkan akan melahirkan suatu masyarakat yang aman dan damai, sehingga memungkinkan sesuatu kehidupan yang sejahtera dan bahagia, dunia akhirat. Ingat saja, filosofinya Adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah.
Untuk mencapai generasi muda yang sedemikian, diperlukan generasi dengan sifat dan watak menurut adat yang ada di Minang ini, seperti: hiduik baraka, bauke jo bajangka, baso-basi malu jo sopan, setia, adil, hemat cermat serta berbagai sifat baik lainnya.
Sebagai generasi penerus dari kebudayaan Minangkabau ini, tidak seharusnya kita meninggalkan budaya-budaya yang ada di ranah Minang ini. Semestinya, kita lebih mengembangkan budaya yang ada di ranah Minang ini, dengan cara berpakaianlah yang sopan dan cara berbicara yang baik sesuai dengan budaya kita.
Oleh karena itu, harus bangga menjadi orang Minang karena adat Minang mengajarkan etika pergaulan yang bernilai sangat tinggi. Segala sesuatu tindakan sehari-hari diberikan tuntutan yang jelas oleh adat.
Oleh: Putri-IUUKP Jelas Beda!!