IUUKP, Jelas Beda!!

Just another window of Uda Uni

Lunturnya Adat Minang di Mata Generasi Muda Februari 5, 2008

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — iuukp @ 7:29 am

robi.jpgMinangkabau sangatlah terkenal dengan adatnya yang kuat. Bahkan, Minangkabau merupakan salah satu budaya terkuat yang ada di Indonesia. Alasan kenapa Minangkabau menjadi salah satu adat yang terkuat di Indonesia adalah karena di saat yang serba maju seperti saat sekarang, nilai-nilai adat istiadat masih tetap di pegang teguh oleh masyarakatnya.Tetapi pada kenyataannya, nilai-nilai budaya tersebut hanya dipegang teguh oleh sedikit generasi muda saja. Bahkan beberapa dari mereka. tidak mengetahui dan tidak iugin tahu apa yang disebut dengan adat istiadat Minang tersebut Ada juga yang rnerasa malu untuk mengakui bahwa mereka adalah orang Minangkabau. Alasannya mudah, mereka rnerasa budaya Minang sudah ketinggalan zaman dan sangat awam sehingga jika dibawakan kepada keseharian dan pergaulan mereka. yang mereka dapat hanya perasaan malu dan jemu yang sangat membosankan.Contoh dari budaya yang mulai dihipakan adalah bahasa. Ciri khas dari sebuah budaya adalah bahasa yang menjadi alat komunikasi masyarakatnya dan membuat budaya tersebut mempunyai nilai yang lebih tinggi di mata budaya lainnya. Budaya ini sudah mulai luntur, karena, kebanyakan generasi muda malu untuk menggunakan bahasa Minang. Alasannya juga karena tidak sesuai dengan keseharian dan pergaulan mereka. Kebanyakan dari mereka lebih memihh menggunakan bahasa “gaul” yang sekarang menjadi trendsetter generasi muda Indonesia umumnya, dan Minang khususnya, dan mereka tidak mau mencoba menghargai, betapa berharga dan mulianya bahasa Minang. Kebanyakan hal ini terjadi pada kaum hawa.Contoh lain yang masih terkait dengan masalah di atas adalah lunturnya budaya kato nan ampek. Mengadopsi budaya asing memang adalah sesuatu yang bagus, tetapi tidak semuanya adalah positif. Sebagian ada juga yang negatif. Generasi muda sekarang kebanyakkan tidak lagi memakai budaya ini. Mereka lebih senang dengan pergaulan orang Barat yang tidak memandang masalah umur sebagai masalah yang ringan. Jika kita bawa kepada keseharian masyarakat Minang, budaya seperti itu tidak akan bisa dilakukan. Kenapa, karena seperti yang telah kita ketahui, Minangkabau mempunyai peribahasa ‘adat basandi syara’, syara’ basandi Kitabullah. Yang dimana orang Minang menurut adat dan agama Islam harus bisa saling menghormati dan saling menghargai satu sama lainnya, mengerti dengan siapa ia berbicara dan bersikap karena semua ada aturannya. Karena itulah, kita sebagai masyarakat Minang tidak akan bisa meninggalkan budata kato nan ampek tersebut. Tetapi, tidak semua generasi muda Minang malu menjadi orang Minang. Beberapa dari mereka bangga menjadi orang Minang dan ingin mempelajari adat dan budaya Minangkabau. Buktinya, antusias generasi uda yang mengikuti sebuah even yang bertajuk Uda Uni Kota Padang, meningkat drastis dari tahun ke tahun.

Oleh karena itu, saya berharap lewat even ini masyarakat Minang bisa memperoleh beberapa sosok baru, dimana sosok tersebut bisa membangkitkan kembali nilai-nilai budaya yang hampir luntur ini. Generasi muda Minang harus bisa menghargai dan melestarikan budayanya sendiri. Karena jika generasi muda Minang tersebut tidak melakukannya, siapa lagi yang akan menghargai dan melestarikan budaya kita? Dan bisa jadi, Minangkabau tinggal sebuah nama dan menjadi kenangan. Bagaimanapun setiap perbuatan itu pasti ada resikonya.

By: Robby-Jelas Beda!!